Kajian Rutin

Membenturkan Konsep Psikologi Barat dengan Epistemologi Islam.

🗓️ 17 Maret 2026 ✍️ Biro Kajian Psikologi
Kajian Psikologi

Ciputat — PMII Komisariat Fakultas Psikologi kembali mengadakan kajian rutin mingguan yang kali ini mengangkat tema "Integrasi Psikologi dan Islam: Sebuah Keniscayaan atau Sekadar Cocokologi?". Kajian yang digelar di pelataran Fakultas Psikologi UIN Jakarta ini dihadiri oleh puluhan kader dan mahasiswa umum.

Dekonstruksi Teori Barat

Sahabat Felix, selaku Ketua Komisariat, membuka diskusi dengan pemaparan tajam mengenai hegemoni teori-teori psikologi yang lahir dari rahim materialisme dan sekularisme Barat. Ia menekankan bahwa sebagai mahasiswa muslim, kader PMII tidak boleh hanya menelan mentah-mentah teori Freud atau Skinner tanpa membenturkannya dengan pandangan Islam tentang jiwa manusia (Nafs).

"Psikologi Barat seringkali gagal menjelaskan dimensi spiritual manusia karena mereka memisahkan roh dari jasad. Di sinilah peran keilmuan tasawuf dan psikologi Islam (Ilmu an-Nafs) harus mengambil tempat," ujar salah satu pemateri kajian.

Tindak Lanjut Pergerakan

Kajian ini tidak hanya berhenti pada tataran diskusi teoretis. Biro Kajian Psikologi Komfapsi telah merumuskan beberapa tindak lanjut, di antaranya adalah pembentukan kelompok baca (study club) khusus yang akan membedah literatur-literatur psikologi Islam klasik, seperti karya Al-Ghazali dan Ibnu Sina.

Diharapkan melalui kajian-kajian seperti ini, kader PMII Fakultas Psikologi dapat menjadi pelopor intelektual progresif yang mampu menawarkan solusi atas permasalahan kejiwaan masyarakat modern dengan pendekatan yang holistik dan religius.

Bagikan artikel ini: